SDN Purwoprajan II Ajak Orang Tua Kenali Potensi Anak Lewat Seminar Parenting

Albert Wei

SD Negeri Purwoprajan II Surakarta menyelenggarakan seminar parenting bertajuk “Kunci Sukses Keluarga: Anak Hebat Keluarga Hebat” pada Jumat pagi (13/3/2020). Kegiatan ini menghadirkan dua pakar, yakni Albert Natalia (praktisi Mind Energy & Hypnoteaching) dan Didik Kartika (konsultan PIES dan pengembangan potensi anak).

Kepala Sekolah SD Purwoprajan II, SM Ningrum, S.Pd., menyatakan bahwa acara ini bertujuan memotivasi wali murid untuk menjadi orang tua hebat. Ia menekankan bahwa hasil didikan orang tua adalah investasi jangka panjang yang baru akan terlihat 10 hingga 15 tahun mendatang saat anak beranjak dewasa.

Dalam sesi materi, Albert menyoroti pentingnya memahami cara kerja otak. Ia menjelaskan bahwa perilaku manusia 90% dikendalikan oleh alam bawah sadar (emosi, kebiasaan, keyakinan), sedangkan pikiran sadar hanya berperan 10%. Momen emas untuk memengaruhi alam bawah sadar anak adalah 30 menit sebelum tidur dan setelah bangun. Albert juga mengingatkan agar orang tua selalu memberikan afirmasi positif—seperti mengatakan “hidup itu mudah”—secara berulang, karena perkataan adalah doa.

Terkait isu kecanduan gawai (gadget), Albert menyarankan pendekatan persuasif. Orang tua diimbau tidak melarang secara ekstrem, melainkan meluangkan waktu berkualitas (tanpa HP) untuk membangun kedekatan emosional. Nasihat baru akan efektif diberikan setelah anak merasa nyaman dan terbuka.

Didik Kartika

Sementara itu, Didik Kartika memaparkan metode PIES (Physical, Intellectual, Emotional, Spiritual) melalui tes sidik jari untuk memetakan potensi, bakat, dan karakter anak secara akurat. Didik menegaskan bahwa orang tua harus memahami keinginan anak dan mengarahkannya dengan bijak tanpa unsur paksaan demi kesuksesan masa depan mereka.

Berikut adalah rangkuman kegiatan seminar parenting di SD Negeri Purwoprajan II Surakarta:

  • Waktu & Tema: Jumat, 13 Maret 2020 dengan tema “Kunci Sukses Keluarga: Anak Hebat Keluarga Hebat”.
  • Narasumber: Albert Natalia (Ahli Hipnoterapi) dan Didik Kartika (Konsultan Potensi Anak).
  • Pesan Kepala Sekolah: SM Ningrum mengingatkan bahwa keberhasilan anak adalah cerminan didikan orang tua yang hasilnya baru terlihat di masa depan.
  • Materi Albert (Pola Asuh & Psikologi):
    • Otak manusia didominasi 90% oleh pikiran bawah sadar.
    • Waktu terbaik menanamkan nilai positif adalah 30 menit sebelum dan sesudah tidur.
    • Orang tua harus memberikan afirmasi positif (“hidup itu mudah”) berulang-ulang, terlepas dari kondisi ekonomi, karena ucapan adalah doa.
    • Solusi anak kecanduan game: Jangan dimatikan paksa. Sediakan waktu bonding (tamasya/nonton) tanpa gadget. Masuklah ke dunia anak, buat mereka curhat, baru berikan arahan.
  • Materi Didik (Potensi Anak):
    • Penting mengetahui bakat anak sejak dini, salah satunya lewat tes sidik jari (metode PIES).
    • Mengetahui potensi membantu orang tua menerapkan pola asuh yang tepat sasaran.
    • Orang tua harus “menyetir” anak dengan bijak sesuai potensinya, bukan membiarkan (masa bodoh) atau memaksakan kehendak.

Untuk mencetak generasi unggul, SD Negeri Purwoprajan II Surakarta mengadakan seminar parenting pada Jumat (13/3/2020). Acara ini mengajak orang tua untuk lebih memahami peran vital mereka dalam kesuksesan anak di masa depan.

Dua pembicara, Albert Natalia dan Didik Kartika, berbagi ilmu menarik. Albert membuka wawasan tentang kekuatan pikiran bawah sadar yang menguasai 90% diri manusia. Ia menyarankan orang tua memanfaatkan waktu emas—setengah jam sebelum tidur—untuk menanamkan sugesti positif. Albert juga menekankan agar orang tua menghindari keluhan seperti “hidup itu sulit” di depan anak, dan menggantinya dengan doa serta harapan baik. Bagi orang tua yang pusing dengan anak yang kecanduan gadget, kuncinya adalah quality time dan pendekatan hati ke hati, bukan larangan keras.

Di sisi lain, Didik Kartika memperkenalkan metode sidik jari untuk mengenali “peta” potensi anak. Menurutnya, mengerti bakat anak bukan berarti membiarkan mereka semau gue, tetapi mengarahkan mereka dengan bijak tanpa paksaan. Dengan begitu, langkah anak menuju masa depan akan lebih terarah dan sesuai dengan jati diri mereka.

Sumber Berita :

SDN Purwoprjan II Surakarta Gelar Seminar Parenting

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *