SOLO, SEKATA – Ruangan acara peluncuran buku antologi Dongeng-dongeng Kebajikan dari Negeri Sinar Kasih di GKJ Nusukan, Solo, Jumat (13/2/2026), mendadak dipenuhi gelak tawa dan suara nyanyian anak-anak.
Penyebabnya bukan penampilan badut atau hiburan khusus. Sosok yang membuat suasana menjadi hidup justru Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, S.E., S.S., M.B.A.
Semula Astrid dijadwalkan memberikan sambutan sebagaimana tamu kehormatan pada umumnya. Namun ketika kesempatan berbicara diberikan kepadanya, ia memilih meninggalkan podium yang telah disiapkan panitia.
Dengan mikrofon di tangan, Astrid berjalan mendekati tempat anak-anak duduk bersama orang tua mereka. Keputusan spontan itu langsung mengubah suasana menjadi lebih cair dan akrab.
“Siapa yang mau bernyanyi bersama Bunda?” sapanya kepada anak-anak.
Ajakan sederhana itu disambut antusias. Anak-anak yang sebelumnya berada di bagian belakang ruangan segera berlarian ke depan dan mengerubungi Astrid. Mereka kemudian bernyanyi bersama lagu Di Sini Senang, Di Sana Senang dengan penuh semangat.
Di sela-sela kebersamaan itu, Astrid mengaku selalu teringat cita-cita masa kecilnya setiap kali berinteraksi dengan anak-anak.
“Dulu saya ingin sekali menjadi guru TK,” ujarnya.
Momen tersebut seolah menjadi kesempatan baginya untuk mewujudkan impian masa kecil itu, meski hanya sesaat. Layaknya seorang guru, ia memandu nyanyian, menyapa satu per satu anak, hingga membuat mereka merasa dekat dan nyaman.
Setelah lagu berakhir, anak-anak masih enggan berpisah. Mereka berebut untuk menyalami Astrid, bahkan membuat orang nomor dua di Kota Solo itu sedikit kewalahan menghadapi antusiasme para bocah.
Sambil tertawa, Astrid kemudian berkelakar bahwa mendampingi anak-anak membutuhkan bekal yang sangat sederhana namun tidak mudah dilakukan.
“Kuncinya cuma tiga, sabar, sabar, dan sabar,” ujarnya yang langsung disambut senyum para hadirin.
Selain meluncurkan buku antologi dongeng karya guru dan orang tua murid KB Sinar Kasih, Astrid juga menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif tersebut. Menurutnya, keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini, berdampingan dengan peran sekolah.
Ia mengajak para orang tua untuk kembali menghidupkan kebiasaan mendongeng kepada anak-anak di rumah. Tradisi sederhana itu dinilai mampu mempererat hubungan keluarga sekaligus menanamkan berbagai nilai positif.
Astrid menilai buku Dongeng-dongeng Kebajikan dari Negeri Sinar Kasih memuat banyak pesan karakter yang relevan bagi tumbuh kembang anak, mulai dari kejujuran, empati, tanggung jawab hingga kasih sayang.
Di tengah gempuran berbagai konten digital yang semakin mudah diakses, kehadiran bacaan yang aman, ramah anak, dan sarat nilai pendidikan menjadi alternatif penting untuk menumbuhkan minat baca sekaligus membangun karakter generasi muda sejak dini.
“Di tengah derasnya arus konten digital, kehadiran bacaan yang aman dan mendidik menjadi alternatif penting untuk menumbuhkan minat baca sekaligus membentuk karakter anak sejak usia dini,” ujar Astrid. [*]

