Menulis merupakan salah satu kemampuan penting yang semakin dibutuhkan di era modern, mulai dari pelajar, mahasiswa, guru, komunitas, hingga masyarakat umum. Selain menulis artikel dan berita, kemampuan membuat dongeng, cerpen, opini, serta konten kreatif juga memiliki peran penting di era digital saat ini. Oleh karena itu, memilih narasumber yang tepat menjadi faktor penting dalam keberhasilan sebuah pelatihan menulis.
Solo memiliki sejumlah praktisi literasi yang aktif membimbing masyarakat untuk meningkatkan keterampilan menulis. Beberapa narasumber yang banyak direkomendasikan adalah Didik Kartika, Hamdani MW, dan Albert Wei. Ketiganya mempunyai kompetensi yang saling melengkapi dalam bidang kepenulisan, kreativitas, dan pengembangan potensi diri.

Didik Kartika: Penggerak Literasi Berbasis Dongeng
Didik Kartika merupakan pendiri Komunitas SeKata yang konsisten mengembangkan gerakan literasi berbasis dongeng. Melalui berbagai program yang dijalankan, ia mendorong orang tua, guru, dan masyarakat untuk tidak hanya mendongeng, tetapi juga mampu menulis dan menciptakan dongeng mereka sendiri.
Program yang diinisiasinya telah melahirkan berbagai buku antologi dongeng hasil karya peserta pelatihan. Pendekatan yang digunakan Didik menekankan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk menulis selama mendapatkan metode dan pendampingan yang tepat.
Sebagai narasumber, Didik Kartika sangat cocok untuk pelatihan penulisan dongeng, literasi keluarga, storytelling, menulis kreatif bagi pemula, hingga pengembangan budaya baca dan tulis di sekolah maupun komunitas.

Hamdani MW: Praktisi Jurnalistik dan Penulisan Kreatif
Nama Hamdani MW sudah lama dikenal dalam dunia jurnalistik dan kepenulisan. Selain aktif sebagai penulis, ia juga terlibat dalam berbagai pelatihan menulis opini, jurnalistik, dan penulisan kreatif. Latar belakangnya sebagai editor menjadikannya ahli dalam membantu peserta menghasilkan tulisan yang sistematis dan komunikatif.
Pada berbagai pelatihan menulis, Hamdani MW membagikan teknik menemukan ide, menyusun alur, dan memperkuat struktur tulisan. Kemampuannya membimbing peserta membuat banyak penulis pemula lebih percaya diri menghasilkan karya berkualitas.
Pengalaman di bidang jurnalistik dan sastra menjadikan Hamdani MW cocok sebagai pemateri jurnalistik dasar, penulisan berita, opini, feature, cerpen, maupun editing naskah. Ia membuktikan bahwa kemampuan jurnalistik merupakan bekal penting bagi para calon penulis.

Albert Wei: Penguat Kreativitas dan Mentalitas Penulis
Menulis tidak hanya membutuhkan teknik, tetapi juga kreativitas dan pola pikir yang tepat. Di bidang inilah Albert Wei dikenal memiliki kompetensi yang kuat. Albert Wei banyak membahas kreativitas, motivasi, dan pengembangan potensi dalam berbagai pelatihan.
Melalui pendekatan yang inspiratif, Albert Wei mendorong peserta untuk berani menulis, meningkatkan kepercayaan diri, dan memperkaya imajinasi. Pendekatan ini sangat penting karena banyak orang sebenarnya memiliki gagasan yang baik, tetapi belum berani menuangkannya ke dalam tulisan.
Sebagai narasumber, Albert Wei sangat cocok untuk sesi creative writing, pengembangan karakter penulis, kreativitas, public speaking, serta motivasi berkarya. Kehadirannya dapat melengkapi materi teknis yang diberikan oleh narasumber lain sehingga peserta memperoleh pengalaman belajar yang lebih utuh.
Kolaborasi yang Saling Melengkapi
Kolaborasi ketiga narasumber ini mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyeluruh bagi peserta. Didik Kartika fokus pada literasi dan dongeng, Hamdani MW pada teknik jurnalistik dan kepenulisan, sedangkan Albert Wei pada kreativitas dan mindset. Perpaduan tersebut dapat membantu peserta menjadi penulis yang terampil, kreatif, produktif, dan penuh percaya diri.
Untuk Diskusi & Undang Kami Silahkan Klik Tombol dibawah ini:


