SOLO — Suasana penuh kehangatan dan keceriaan terasa dalam peluncuran buku Dongeng-Dongeng Kebajikan dari Negeri Sinar Kasih yang digelar di GKJ Nusukan, Solo, Jumat (13/2/2026) pagi. Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, S.E., S.S., M.B.A hadir secara langsung dalam acara yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dan disambut antusias oleh anak-anak KB Sinar Kasih.

Ketika tiba di area gereja dengan balutan batik, Astrid menerima rangkaian bunga dari dua siswa KB. Di dalam ruangan, puluhan anak lain telah bersiap menyambut dengan nyanyian dan sorak gembira.
Anak-anak tampak bersemangat mendekat dan bergantian berjabat tangan. Astrid melayani mereka satu per satu dengan senyum hangat tanpa menunjukkan rasa canggung.
Dalam sambutannya, Astrid menyampaikan penghargaan atas lahirnya buku yang diprakarsai Komunitas SeKata bersama orang tua, guru, serta Yayasan KB Sinar Kasih Surakarta. Ia menegaskan bahwa sinergi antara komunitas, sekolah, dan keluarga merupakan pondasi penting dalam menumbuhkan budaya literasi yang tak hanya berkembang di lingkungan pendidikan, tetapi juga di rumah.
Menurutnya, buku tersebut kaya akan nilai karakter seperti kejujuran, empati, tanggung jawab, dan kasih sayang. Di tengah derasnya arus konten digital, kehadiran bacaan yang aman sekaligus edukatif dinilai menjadi pilihan penting untuk meningkatkan minat baca serta membentuk karakter anak sejak dini.
Astrid juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Surakarta dalam memperkuat ekosistem literasi melalui pengembangan perpustakaan, taman bacaan, dan ruang publik berbasis literasi.
Sebelumnya, Ketua Yayasan Perkumpulan PAUD Kristen Sinar Kasih (PPKSK), Wahyu Purwaningtyas, M.Si., menyampaikan bahwa setiap orang tua tentu menginginkan anaknya tumbuh cerdas, kuat, dan berakhlak baik. Salah satu upaya untuk mewujudkannya adalah dengan menanamkan literasi sejak usia dini. Kolaborasi SeKata dengan PAUD Kristen Sinar Kasih GKJ Nusukan, menurutnya, menjadi wadah bagi orang tua untuk menyalurkan imajinasi dan harapan dalam bentuk tulisan melalui pelatihan dan pendampingan.
Founder SeKata, Didik Kartika, menjelaskan bahwa SeKata hadir sebagai mitra bagi institusi pendidikan maupun pemangku kebijakan daerah dalam menjaga pertumbuhan karya dongeng sebagai bagian dari pembangunan ekosistem literasi.
Ia menegaskan komitmen SeKata untuk terus berkarya di bidang literasi dongeng serta mengajak para orang tua menuangkan cerita penuh pesan positif agar dapat sampai kepada anak-anak, sekaligus mengasah imajinasi, kreativitas, dan kemampuan bahasa serta komunikasi verbal mereka.
Pada kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan buku oleh Astrid Widayani yang kemudian diserahkan kepada Ketua Yayasan PPKSK. Momen istimewa lainnya, Astrid resmi dinobatkan sebagai “Bunda Dongeng” dan turut menyumbangkan satu cerita berjudul Misteri Jam Dinding di Ruang Tengah dalam buku tersebut.

Acara berlanjut dengan sesi bedah buku menghadirkan Didik Kartika dan Hamdani MW selaku editor, dengan Pdt. Yudha Adi Putra sebagai pemandu diskusi.
Terbitnya antologi dongeng ini ternyata membangkitkan semangat orang tua lainnya untuk ikut menulis. Bahkan seorang ibu yang telah lanjut usia menyampaikan keinginannya untuk berpartisipasi dalam edisi selanjutnya.
Sebagai informasi, proses lahirnya buku ini diawali dengan workshop pada November 2025. Guru dan orang tua mendapatkan panduan khusus untuk mengembangkan imajinasi menjadi karya cerita. Tahapan berikutnya berupa praktik penulisan dongeng yang didampingi melalui grup komunikasi, dilanjutkan proses penyuntingan hingga akhirnya masuk tahap pencetakan dan penerbitan.
Salah satu penulis dalam antologi tersebut, Pdt. Yudha Adi Putra, menyatakan bahwa terbitnya buku ini bukanlah akhir perjalanan.
“Ini justru langkah awal dari proses literasi yang sesungguhnya,” ujarnya usai sesi bedah buku.
Peluncuran buku ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi menjadi bukti nyata tumbuhnya gerakan literasi berbasis keluarga di Kota Solo yang terus berkembang dan melibatkan lebih banyak pihak ke depan.

